<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://agenkultur.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agenkultur.wordpress.com</link>
	<description>Love and Peace for Better World</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jul 2007 08:19:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='agenkultur.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://agenkultur.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://agenkultur.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://agenkultur.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SLOW FOOD, SLOW LIFE, OR DIE</title>
		<link>http://agenkultur.wordpress.com/2006/10/13/slow-food-slow-life-or-die/</link>
		<comments>http://agenkultur.wordpress.com/2006/10/13/slow-food-slow-life-or-die/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Oct 2006 12:48:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agenkultur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Style]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agenkultur.wordpress.com/2006/10/13/slow-food-slow-life-or-die/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh. F.W. Pei KECEPATAN bisa jadi adalah salah satu teks sakral ideologis yang merasuki dunia modern. Embel-embel instant, fast, high-speed, high access atau ekspres telah menjadi warna yang akrab di dalamnya. Layanan informasi cepat, large – bandwidth, processor berkecepatan tinggi, pesawat jet, fastfood, adalah beberapa hal yang merepresentasikan bagaimana dunia modern menjawab dan menyikapi kebutuhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agenkultur.wordpress.com&amp;blog=416589&amp;post=14&amp;subd=agenkultur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></span></strong><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></strong><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></strong></p>
<p style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal" align="center"><strong><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"><img src="http://i16.photobucket.com/albums/b44/gerbanglangit/fastfood_small.jpg" style="width:471px;height:167px;" align="absmiddle" /> </span></strong></strong></p>
<p style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal" align="center"><strong><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></strong></strong></p>
<p><strong><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></strong></strong></p>
<p><strong><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></strong><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Oleh. F.W. Pei</span></strong><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> </span></strong><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> </span></strong></strong></p>
<p align="left"><strong><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></strong><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">KECEPATAN</font></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> bisa jadi adalah salah satu teks sakral ideologis yang merasuki dunia modern. Embel-embel <em>instant, fast, high-speed, high access </em>atau ekspres telah menjadi warna yang akrab di dalamnya. Layanan informasi cepat, <em>large </em>– <em>bandwidth</em>, <em>processor</em> berkecepatan tinggi, pesawat jet, fastfood, adalah beberapa hal yang merepresentasikan bagaimana dunia modern menjawab dan menyikapi kebutuhan akan kecepatan. Sebuah <em>command</em> (perintah) yang <span> </span>tadinya dieksekusi dalam bilangan menit pada komputer generasi awal, saat ini dapat dituntaskan hanya dlm hitungan detik. Rutinitas makan pagi yang memakan banyak waktu, saat ini hanya butuh eksekusi air panas yang diproses dalam tiga menit untuk sarapan ‘penuh energi’; sereal instan, mie gelas instan, kopi <em>three in one sachet</em> dan produk kemasan-kemasan instan lain yang instruksi penyajiannya kurang lebih sama; “Rendam dalam air mendidih selama kurang lebih 3 menit!” atau “Dapat langsung dimakan!”</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span><span id="more-14"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3"> </font></span></strong></span></strong></p>
<p align="left"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">TAK </font></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">salah lagi semakin modern peradaban, semakin cepat segala sesuatu dapat diselesaikan. Karenanya manusia modern juga dituntut melakukan segala sesuatunya dengan semakin cepat. Berjalan cepat, berkomunikasi cepat (SMS dan Chatting telah melahirkan kultur komunikasi baru yang serba instan, singkat dan cenderung tanpa emosi) telah menjadi representasi masyarakat dalam peradaban yang semakin maju. Seperti yang ditulis Eric Schlosser dalam “Dunia Fast food”: di salah sebuah pabrik pengepakan daging di Chicago awalnya mereka menyembelih sekitar 50 ekor sapi dalam satu jam, kemudian dalam 20 tahun kemudian naik menjadi 175 ekor sapi perjam dengan jumlah buruh yang sama. Pada zaman sekarang beberapa pabrik menyembelih sampai 400 ekor perjam. Sekitar setengah lusin hewan permenit<span>  </span>dikirim turun lewat satu jalur produksi, dipotong-potong oleh buruh yang berusaha mati-matian untuk tidak jatuh terjengkang. Disini kecepatan dimaksimalkan sedemikian rupa demi efisiensi dan efektifitas. Pola kerja eksploitatif berdasarkan keuntungan maksimum perusahaan seperti ini telah menjadi spirit yang melatarbelakangi kultur dunia kerja kita.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></strong></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><font size="3"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;">JAM</span></strong><strong><span style="color:gray;font-family:Verdana;"> </span></strong></font><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">pada zaman inipun bukan hanya sebagai penunjuk waktu, tetapi telah menjadi perpanjangan tangan ‘disiplin waktu’ para pekerja dalam logika industri. Secara tidak langsung, jam dengan tepat mengatur kapan kita harus pulang, kapan kita harus tidur, kapan kita harus buru-buru bangun dan kembali bekerja. Manusia modern cenderung tidak memiliki cukup waktu. 8 jam waktu bekerja, 5-8 jam untuk tidur, 2 sampai 4 jam di dalam kendaraan, 1 jam untuk makan,<span>  </span>sisa hidup sehari kurang lebih 3 jam bilamana diperlukan masih dapat dijadikan waktu perpanjangan kerja alias lembur.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></strong></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">RUTINITAS</font></span></strong><span style="font-size:10pt;color:#99cc00;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">dengan kecepatan tinggi yang menyesakkan ini membiakkan kejenuhan dan tingkat frustasi yang tinggi. Manusia teralienasi dari lingkungan sosialnya dan untuk itu butuh pelarian yang ‘menghibur’ sekedar menenangkan perasaan dari serangan virus kekosongan makna. Disaat seperti inilah kita terjangkit epidemi konsumerisme waktu luang dan akhir pekan, sebagian besar memenuhi tempat-tempat wisata alam bertiket bersama anggota keluarga, dan yang lainnya memadati mall-mall, factory outlet dan cafe-cafe. Mengunjungi ruang-ruang amnesia bagi realitas jalanan diluar sana (dimana tidak ada peminta-minta, orang-orang miskin, bebas dari rentetan klakson dan polusi). Setiap sudutnya menyajikan <span> </span>pencitraan sensasi kemakmuran yang memberi kenyamanan dan ilusi kontradiktif yang telah tercabut dari rutinitas harian – sensasi dunia lambat, dunia kolektif, dunia yang akrab dan dekat.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">FAST FOOD</font></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> mungkin salah satu industri kontemporer yang paling tepat merepresentasikan paradigma zaman cepat dan mekanis seperti ini. Mereka mengembangkan segala bentuk sistem peningkatan efisiensi, segala yang terprediksi, terkalkulasi, dan kontrol melalui substitusi non-manusia untuk teknologi manusia yang dengan ini membawa rasionalitas sekaligus irasionalitasnya; dehumanisasi. Industri fast food tidak butuh pekerja-pekerja yang mampu mengolah makanan dengan terampil atau<span>  </span>menyajikan setiap piring hidangan dengan teknik tinggi dan penuh kesungguhan (<em>passion</em>). Segala sesuatunya telah terstandarisasi, seperti halnya McDonald, mereka punya ‘alkitab’ setebal kurang lebih 700 halaman yang berisi instruksi rinci tentang penggunaan alat-alat, bagaimana sajian dalam menu harus terlihat sampai bagaimana pelayan memberi salam kepada pelanggan. Mereka tidak butuh individualitas, bakat, manusia-manusia otentik dan berkarakter. Sistem operasi dan mesin-mesin pendukungnya ini telah mereduksi individualitas dan keterampilan, sehingga setiap pekerja dapat dengan mudah digonta-ganti dan diupah dengan biaya murah.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><font size="3"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;">INDUSTRI</span></strong><strong><span style="color:gray;font-family:Verdana;"> </span></strong></font><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">fast food yang franchise-franchisenya tumbuh setiap dua jam sekali diseluruh dunia ini tidak saja menjadi ancaman bagi dehumanisasi dan bisnis-bisnis kecil mandiri, lebih jauh mengubah pola dan kebiasaan makan manusia serta menarik keragaman budaya dalam homogenitas dan kreolisasi. Andy Isaacson dalam essainya menyatakan; budaya impor terkadang sering terlihat salah tempat dan tak memiliki makna pada konteks lokal. Mereka muncul dan tersebar begitu saja tanpa sejarah, transplantasi kultural yang masuk kedalam sejarah yang spesifik dan memiliki tatanan budaya tertentu. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">BILA</font></span></strong><span style="font-size:10pt;color:#99cc00;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">pada tahun-tahun lampau kita dapat mengkonsumsi makanan yang begitu kaya dan beragam dengan seratus lebih jenis spesies yang berbeda, akhir-akhir ini dengan budaya fastfood kita paling hanya mengkonsumsi makanan yang berasal dari 10 atau 12 jenis spesies saja. Yang lebih mengkawatirkan, budaya mengkonsumsi makanan fast food inilah mungkin yang paling bertanggung jawab atas permasalahan-permasalahan kesehatan diseluruh dunia, penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker, obesitas. Morgan Spurlock dalam film dokumenternya <em>“Super Size Me”</em> ingin membuktikan bahwa Mc Donalds sebagai industri fast food terbesar yang setiap harinya melayani 46 juta orang diseluruh dunia bukanlah pilihan yang layak untuk dikonsumsi manusia. Untuk ini ia mengorbankan dirinya dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang diproduksi oleh Mc Donald selama 30 hari. Hal ini dilakukannya dibawah pengawasan 3 orang dokter dan ahli nutrisi. Pada hari pertama pemeriksaan kesehatan, Morgan berada dalam kondisi yang baik, tes darah, jantung, kolesterol, fungsi hati semuanya menunjukkan kondisi normal. Setelah 30 hari berturut-turut mengkonsumsi produk-produk Mc Donalds berat badannya naik dari 185 pon menjadi 210 pon, lemak di tubuhnya naik 18%, kolesterol meningkat, mengalami kegelisahan dan fungsi seks menurun, yang lebih fatal ia mengalami gangguan fungsi hati; dokter pesimis untuk bisa mengembalikan kesehatannya seperti sediakala.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><font size="3"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;">AKHIRNYA</span></strong><strong><span style="color:gray;font-family:Verdana;"> </span></strong></font><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">sebuah pertanyaan muncul, apa yang hilang dalam dunia yang bergerak cepat? Sensasi kita dalam mengalami waktu. Pengalaman mengalami waktu adalah pengalaman mengalami hidup. Mengindra detik demi detik hidup yang mengalir dalam sungai waktu membuka ruang kesadaran kontemplatif bagi pengindraan realitas sedalam-dalamnya. Pengindraan yang melahirkan bentuk-bentuk kepekaan, kepedulian, daya kreasi dan penciptaan. Tidak heran bila hiruk pikuk dunia modern serta kecepatannya yang bermuara pada pergerakan rantai kapital ini membuat kita terputus dari lingkungan sosial, yang juga berakibat fatal pada pengrusakan terhadap lingkungan serta kualitas kemanusiaan itu sendiri. Menjadi manusia-manusia nomad yang kehilangan orientasi dan dikendalikan oleh kekuatan-kekuatan asing diluar dirinya.<u></u></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">GAYA </font></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">hidup lambat bukan berarti menjadi manusia yang tidak menghargai waktu, hal ini tidak berkenaan dengan berapa lama kita membuat dan mengerjakan sesuatu, tetapi lebih kepada pendekatan holistik bagi peningkatan kesadaran individual dan menjadi individu yang berkuasa dalam mengendalikan ritme hidupnya sendiri, memilih jalan hidupnya sendiri. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">MULAILAH</font></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> kembali ke Slowfood, Slowlife. Hidup ini singkat, jadi kenapa harus buru-buru bila tujuan setiap orang pada akhirnya sama. Layaknya kendaraan yang melaju dijalur cepat, yang tertangkap hanya lanskap kabur dan kelebat lampu yang membentuk garis lurus, dan bila laju kendaraan melambat kita menyaksikan pepohonan, ladang terhampar dan kekayaan denyut hidup tak begitu saja terlewat. Jadi, menepilah dan&#8230;Jalani hidupmu dijalur lambat.</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agenkultur.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agenkultur.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agenkultur.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agenkultur.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agenkultur.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agenkultur.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agenkultur.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agenkultur.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agenkultur.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agenkultur.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agenkultur.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agenkultur.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agenkultur.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agenkultur.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agenkultur.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agenkultur.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agenkultur.wordpress.com&amp;blog=416589&amp;post=14&amp;subd=agenkultur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agenkultur.wordpress.com/2006/10/13/slow-food-slow-life-or-die/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a7051ad8e07f97f54fbda83e36a252e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agenkultur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i16.photobucket.com/albums/b44/gerbanglangit/fastfood_small.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PANGGILAN UNTUK MENOLAK KETERASINGAN</title>
		<link>http://agenkultur.wordpress.com/2006/10/13/panggilan-untuk-menolak-keterasingan/</link>
		<comments>http://agenkultur.wordpress.com/2006/10/13/panggilan-untuk-menolak-keterasingan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Oct 2006 12:40:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agenkultur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wacana Urban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agenkultur.wordpress.com/2006/10/13/panggilan-untuk-menolak-keterasingan/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Setiaji P. KOTA sedari awal sejarahnya adalah ruang ketika pertanian berujung dan industri bermula. Kota-kota senantiasa mengandung hasrat menjemput janji modernisasi seraya menerus melucuti kesempitan horison tradisi agraris desa. Kota-kota mutakhir menegaskan keberbedaan itu dalam caranya yang kian garang : nilai tukar pertanian merosot secara gradual di hadapan nilai tukar barang-jasa konsumsi kota. Barang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agenkultur.wordpress.com&amp;blog=416589&amp;post=13&amp;subd=agenkultur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> <strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><img src="http://i16.photobucket.com/albums/b44/gerbanglangit/image_keterasingan.jpg" align="absmiddle" height="169" width="469" /> </span></strong></span></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></strong></span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Oleh: Setiaji P.</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">KOTA</font></span></strong><strong><span style="font-size:10pt;color:gray;font-family:Verdana;"> </span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">sedari awal sejarahnya adalah ruang ketika pertanian berujung dan industri bermula. Kota-kota senantiasa mengandung hasrat menjemput janji modernisasi seraya menerus melucuti kesempitan horison tradisi agraris desa. Kota-kota mutakhir menegaskan keberbedaan itu dalam caranya yang kian garang : nilai tukar pertanian merosot secara gradual di hadapan nilai tukar barang-jasa konsumsi kota. Barang plastik merambah desa dan berlaku sebagai undangan, persisnya sebagai rayuan maut, kepada warga kampung untuk berurbanisasi. Sebaliknya, padi dari desa disedot oleh kota tanpa kota mau tahu kisah petani dan cangkulnya. Ini sebuah tampilan ketimpangan terpelihara yang dengan sendirinya merupakan bujukan maut bagi warga desa untuk terhisap sebagai laron-laron kota.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span id="more-13"></span> </span></strong></span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">URBANISASI</font></span></strong><span style="font-size:10pt;color:#ff6600;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">adalah masalah utama peradaban kota. Urbanisasi bukan melulu migrasi penduduk desa ke kota demi ekonomi penghidupan, namun juga merupakan hamparan penciptaan kebudayaan urban<strong> </strong>yang meliputi segenap populasi nasional. Pada tataran basis penghidupan, arus ini merupakan serombongan besar warga pedesaan yang secara ajeg tercerabut dari basis tani atau tanah. Mereka beralih menjadi sebaran terserak para kuli industri, para pedagang di sektor ekonomi eceran mau pun pedagang kaki lima. Seluruhnya itu praktis berposisi marjinal dan senantiasa jauh kaitannya dengan penguasaan alat produksi, disain maupun distribusi produksi : kita menyaksikan manusia-manusia yang berkerumun namun jauh dari tradisi penciptaan. Periksalah salah satu sosok keramaian itu, maka segera kita dengar suara terhimpit ini : kota yang dulunya merupakan harapan akan kesempatan, kontan beralih menjadi jebakan kesempitan. Sehimpunan besar kuli bekerja secara rutin dalam irama yang tinggi, dalam jam yang panjang, dalam upah yang darurat dan dalam jarak yang jauh dengan benda-benda jadi hasil kerjanya. Dengan kata lain, inilah sekumpulan besar warga yang terasing dengan keringat kerjanya sendiri, hari demi hari.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></strong></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">KOTA</font></span></strong><span style="font-size:10pt;color:#99cc00;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">adalah kita yang teratur menuntut keterjaminan. Semacam standar infrastruktur : air dan udara bersih, sampah terangkut, keamanan, ruang publik, sekolah, transportasi publik, tempat ibadah dan pemakaman dst. Tuntutan-tuntutan tersebut berkembang menjadi ‚normal’ dalam artian yang lain. Hasil kebun, tani dan tambang mengaliri urat darah kehidupan aspal, trotoar dan gedung jangkung. Lampu-lampu kota kemudian meruangkannya – yang dalam banyak hal berarti meng-uang-kannya – menjadi kebudayaan, di ruang-ruang pertunjukan, di museum dan galeri, di halaman buku dan toga para sarjana, di layar kaca, di ranjang wangi para bangsawan pun di kasur apek para buruh. Semuanya tidak gratis. Kita membayar dalam posisi layaknya investor yang menuntut <em>economic returns</em>. Sebuah tuntutan yang semakin<span>  </span>kencang lantaran sejalan dengan kian langkanya standar pelayanan publik tersebut. Alhasil, bahkan untuk udara bersih pun kita berada dalam libatan komodifikasi yang kian pekat. Dengan kata lain komodifikasi itulah yang menjadi ukuran normal : ia melekat dan bertumbuh seakan dari dalam diri kita yang paling personal.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">WARGA</font></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> yang terasing bahkan dengan dirinya sendiri, tumbuh serba pasif dan bermental pensiunan – kendati ia sebenarnya bekerja! Waktu luang warga, praktis hanya setelah pukul 17 sore. Di metropolitan Jakarta, Anda terpaksa tunggu hingga pukul 20 agar tidak terjebak macet untuk bisa sampai ke rumah yang jauh di pinggiran. Rumah, itulah tempat warga melarikan diri pada kesempatan pertama ketika waktu luang tiba. Toh, nyatanya rumah adalah televisi, media pers dan realitas gosip – termasuk di dalam ‘rumah’ ini adalah berharap dan berdoa agar menang judi togel. Boleh jadi mimpi warga ketika tidur pun telah bergeser, dari yang serba adem dan segar menjadi semata adegan perburuan atau diburu. Lalu pagi-pagi benar warga harus berangkat menjadi kuli dengan pikiran yang layu dan tenaga hasil dopingan. Begitulah senantiasa hari ke hari, dengan pergerakan matahari bukan lagi sebagai ukuran waktu.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">SUARA</font></span></strong><span style="font-size:10pt;color:#99cc00;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">apakah yang boleh keluar dari warga? Pertama-tama, yang kita alami selama ini adalah kota yang berwarga nyatanya praktis hanya muncul ketika ada sensus dan Pemilu lima tahun sekali. Kanak-kanak dan buyung belum akil baliq tentu tak masuk hitungan sementara lapangan bermain yang mendukung pertumbuhan respon motorik &#8212; berlari, meloncat, menari, teriakan berirama, permainan kolektif – telah lama hilang. Diluar siklus lima tahunan, warga tercatat hadir dalam bentuk membayar pajak, retribusi, rekening-rekening bulanan dan lalu adiministrasi perkawinan, kelahiran, kematian…Nama-nama dan suara hadir melulu sebagai arsip ritual administratif. Dibalik itu adalah sebuah proses panjang keseharian yang memapankan jenjang hierarkis sistem relasi antar warga. Suara-suara dikanalkan dan sahih jika dan hanya jika melalui sistem perwakilan. Alhasil, nyaris segenap soal hajat hidup orang banyak dirumuskan dan diputuskan nun jauh dari atas. Di bawah, warga sepi iseng sendiri berhadapan dengan tembok-tembok. Apa boleh buat, kota berbiak bukan lagi sebagai hamparan alam pertama, bukan lagi sebagai pertautan hidup antar manusia, flora-fauna dan alam terkembang. Kita sedang membentuk dan dibentuk oleh sejarah kematian yang terus menerus. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">SUARA</font></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> kedua adalah suara yang diam-diam terselip dalam pojok kenangan. Ia selalu hadir sebagai panggilan yang kerap tak termaknai, lirih dan kerap muncul hanya dalam momen-momen yang khusus dan personal. Dibalik lapis demi lapis Kota yang memang kian kita sadari sebagai alam bentukan (<em>second nature</em>), ia toh tak lepas dari memori akan alam pertama. Demikianlah, misalnya kita temui nama-nama yang masih berlaku hingga sekarang seperti‚ Kampung Daun‚ Permata Hijau‚ Sawah Besar‚ Jatibening, hingga ke produk industri yang masih memanggil alam pertama seperti, AC Segar Udara Gunung. </span><span style="font-size:10pt;color:#ff6600;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:10pt;color:#ff6600;font-family:Verdana;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;color:#ff6600;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;color:#ff6600;font-family:Verdana;"></span><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">DENGAN</font></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> kata lain, kenangan akan &#8220;alam pertama&#8221; dari masa lalu, belum tentu merupakan sejarah yang terkuburkan putus tuntas. Pada masanya kota-kota selalu terbangun berbasiskan kisah-kisah, legenda, mitos dan cara-cara mengorganisasikan hidup, yang hanya muncul melalui proses percakapan dan pertemuan langsung &#8212; secara muka berhadapan muka &#8212; antar warga. Keputusan ya atau tidak, pernyataan kesepakatan, ungkapan ekspresi selalu tampil bergaung dan berwibawa, manakala melibatkan langsung keringat dan doa antar warga dalam forum demokrasi langsung.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="font-size:11pt;color:#99cc00;font-family:Verdana;">DEMIKIANLAH</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> memori dalam individu-individu sebenarnya selalu memanggil. Ia menanti jawab. Jawaban yang berdaulat harus direbut. Buang yang tak guna, entengkan bebanmu dan <strong><span style="color:gray;">REBUTLAH KEMBALI KOTA.</span></strong></span></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agenkultur.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agenkultur.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agenkultur.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agenkultur.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agenkultur.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agenkultur.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agenkultur.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agenkultur.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agenkultur.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agenkultur.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agenkultur.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agenkultur.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agenkultur.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agenkultur.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agenkultur.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agenkultur.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agenkultur.wordpress.com&amp;blog=416589&amp;post=13&amp;subd=agenkultur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agenkultur.wordpress.com/2006/10/13/panggilan-untuk-menolak-keterasingan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a7051ad8e07f97f54fbda83e36a252e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agenkultur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i16.photobucket.com/albums/b44/gerbanglangit/image_keterasingan.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>RAHASIA MENJADI RADIKAL SEPERTI APA YANG KITA INGINKAN ADALAH MEMBIAYAI REVOLUSI ITU DENGAN DIRI SENDIRI</title>
		<link>http://agenkultur.wordpress.com/2006/10/13/rahasia-menjadi-radikal-seperti-apa-yang-kita-inginkan-adalah-membiayai-revolusi-itu-dengan-diri-sendiri-2/</link>
		<comments>http://agenkultur.wordpress.com/2006/10/13/rahasia-menjadi-radikal-seperti-apa-yang-kita-inginkan-adalah-membiayai-revolusi-itu-dengan-diri-sendiri-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Oct 2006 12:35:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agenkultur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Terjemahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agenkultur.wordpress.com/2006/10/13/rahasia-menjadi-radikal-seperti-apa-yang-kita-inginkan-adalah-membiayai-revolusi-itu-dengan-diri-sendiri-2/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Diterjemahkan dan diadaptasi oleh : F.W. Pei &#8211; dari Adbuster The Magazine #64 JIKA Mohandas Gandhi adalah tipikal aktivis Amerika Utara saat ini, ia mungkin akan menggunakan setelan jas lengkap dan bekerja di kantor mahal dengan gelar hukumnya yang terpajang secara mencolok. Ia hanya punya sedikit waktu untuk memimpin aksi protes, sejak setiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agenkultur.wordpress.com&amp;blog=416589&amp;post=12&amp;subd=agenkultur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><img src="http://i16.photobucket.com/albums/b44/gerbanglangit/image_radikal.jpg" style="width:476px;height:171px;" align="absmiddle" /> </span></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Oleh : Diterjemahkan dan diadaptasi oleh : F.W. Pei &#8211; dari Adbuster The Magazine #64<br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><font size="3"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;">JIKA</span></strong><strong><span style="font-family:Verdana;"> </span></strong></font><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mohandas Gandhi adalah tipikal aktivis Amerika Utara saat ini, ia mungkin akan menggunakan setelan jas lengkap dan bekerja di kantor mahal dengan gelar hukumnya yang terpajang secara mencolok. Ia hanya punya sedikit waktu untuk memimpin aksi protes, sejak setiap minggunya dihabiskan untuk pertemuan dengan lembaga donor. Dan daya tarik makan siang akan sangat berat dilaluinya dengan berpuasa. Ia akan berhati-hati dengan konsep gerakan garamnya atau pemboikotan katun, agar tidak menyakiti perasaan para pendonor. Untuk mempertajam gerak majunya pada pendonor ia akan mencari-cari proyek tahunan baru yang mendekati topik yang sedang difokuskan, mungkin mengadakan konferensi dalam bahasa inggris mengenai penodaan hak asasi manusia atau film dokumenter tentang aktifitas anti-kolonial di New Delhi. Untuk menjaga sekutu-sekutunya tidak pergi secara diam-diam ke pendana-pendana inti, ia akan tetap menjaga jaraknya dan cenderung membicarakan hal-hal yang buruk di belakang mereka. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span id="more-12"></span> </span></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">PROBLEM</font></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> bagi aktifis akhir-akhir ini adalah besarnya pendanaan hibah dan hadiah lembaga-lembaga donor kaya dan pribadi. Asumsi lama yang menyatakan; anda dapat mengambil uang dengan hanya sedikit deretan lampiran-lampiran saja dan kemudian segala sesuatunya dapat berjalan mulus, diperlukan pengujian ulang secara mendasar.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">MEMBANGUN</font></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> dukungan berbasis filantropi dapat berdampak pada kepincangan dan rusaknya<span>  </span>misi organisasi. Sebagian besar lembaga non-profit melakukan pengumpulan dana, yang mana pemimpin terbaiknya mencurahkan lebih banyak waktu, energi dan berbagai sumber daya, bukan untuk mengubah dunia, tetapi untuk meningkatkan kecakapannya mengemis agar dapat menangkap sedikit kue-filantropi yang sesungguhnya hanya berkembang sangat sedikit dari tahun ke tahun. Pasukan Staf “Development” mengeluarkan sepertiga dari sumber daya organisasi, bukan untuk mengatasi kemiskinan, tetapi untuk mempererat hubungan dengan lembaga-lembaga donor kaya. Sebuah angka yang signifikan dari organisasi-organisasi yang menciptakan kampanye, penyebarluasan email, naskah marketing jarak jauh, newsletter dan produk-produk lainnya semata-mata untuk merawat dan memberikan peluang serta kemungkinan dan membingkai posisi yang sekiranya tidak melukai perasaan orang-orang kaya.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3"> </font></span></strong></span></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"></span></strong></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">STRUKTUR</font></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> lembaga non-profit didikte oleh mode <em>funding</em> seperti ini, pengorganisasian juga dibatasi pengaturan yang ketat oleh tangan-tangan negara. Agar memenuhi syarat pengurangan pajak kontribusi contohnya, lembaga nonprofit di US harus setuju membatasi lobi dan tidak melakukan kampanye yang berakibat secara politis bagi para kandidat.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"></span></strong></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">INILAH</font></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> waktunya bagi orang-orang progresif untuk terbebas dari kebun filantropi. Bahwa kita yang serius dalam perubahan sosial juga harus terjun ke dalam bisnis, secara kiasan atau secara harfiah. Setiap grup perubahan sosial mungkin tidak sanggup menghasilkan pendanaan secara turun-temurun, tetapi setiap lembaga non-profit pasti akan dapat menghasilkan persentase yang lebih besar dari pada apa yang telah dilakukannya sekarang. Dengan kata lain, kita harus menjadi pendana bagi lembaga itu sendiri. Pada saat kita memulai membangkitkan sumber daya sendiri, kita dapat menginvestasikannya secara politis – seperti apa yang telah dilakukan oleh setiap perusahaan pada saat ini, tanpa banyak menghabiskan waktu kita untuk permohonan pencarian dana, tanpa takut akan <em>grant</em> (bantuan dana) selanjutnya.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"></span></strong></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">UNTUK</font></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> mendapatkan kemungkinan-kemungkinan pemikiran, lihat saja Cabbages and Condoms, sebuah resto terkenal di Bangkok. Diatas setiap meja kayu mereka dialasi kaca yang dibawahnya dengan rapi tertata alat-alat pencegah penyakit dan kehamilan yang berwarna-warni. Poster dan lukisan menghiasi sekitar setengah lusin dari ruangan-ruangan besar mereka. Semuanya mengkomunikasikan pesan sentral restoran itu: Epidemi AIDS yang melanda Thailand dapat dicegah hanya melalui<span>  </span>promosi yang tanpa malu-malu dan penggunaan alat kontrasepsi bagi pria. Dengan balon-balon binatang dari kondom yang ditiup dan permen makan malam yang diganti dengan kondom rasa mint untuk dibawa pulang, bahkan anak belasan tahunpun tidak dapat luput dari pesan mencolok yang terpampang di dinding: “Seks itu menyenangkan, tetapi jangan bodoh – gunakan pelindung.”</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"></span></strong></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">APA</font></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> yang membuat ke-5 restoran “C&amp;C” menjadi unik? Selain tergabung dalam resort-resort pinggir pantai dan berbagai usaha <em>Gift Shop</em>, mereka semuanya dimiliki oleh <em>Population and Community Development Association </em>(PDA), sebuah organisasi pengembangan pedesaan yang telah menjadi <em>leader</em> dalam mempromosikan perencanaan keluarga (<em>family planning</em>) dan pemberantasan AIDS di Thailand. Tujuh dari tiap sepuluh dolar dibelanjakan oleh PDA untuk aktifitas-aktifitas seperti vasektomi gratis, mobil klinik kesehatan yang pembiayaannya disubsidi oleh penghasilan bersih dari 16 perusahaan profit mereka. Bila saja PDA bergantung pada pendanaan yang bersumber dari pemerintahan Thailand, World Bank atau bahkan Rockefeller Foundation, tak diragukan lagi mereka akan dianjurkan untuk merendahkan nada dari pesan-pesan kreatif mereka. Lelucon dalam website mereka – seperti “Restoran Cabbages and Condoms tidak hanya menyajikan makanan yang sangat baik, tetapi makanannya juga dijamin tidak akan membuat anda hamil.” Tentu saja tidak akan begitu disenangi pendonor.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"></span></strong></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">ALIRAN</font></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> dana yang diberikan oleh PDA adalah sebuah langkah berani dan penuh percaya diri. Pendirinya, Mechai Viravaidya, tidak memiliki kecemasan mengenai keputusannya bekerja secara profit. Tak lama lagi, hadiah, hibah dan meminta-minta itu akan cukup. Dari hari pertama, tiga puluh tahun yang lalu kami benar-benar telah mengetahui tentang ketahanan dan perolehan kembali pengeluaran, ujarnya.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"></span></strong></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">DIBAWAH</font></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> ini adalah beberapa contoh dari keusahaan sosial di Amerika:</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">           </span></span></span><strong><span style="font-size:11pt;color:gray;font-family:Verdana;">Usaha</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> perumahan di New York menghasilkan lebih dari 2 juta dolar setiap tahun yang diprioritaskan untuk advokasi bagi orang-orang yang tak bertempat tinggal dengan HIV. Organisasinya menjalankan klinik, mengadakan riset kebijaksanaan publik, melakukan lobbi dengan pemerintah, bahkan memimpin aksi duduk. Tanpa rasa takut, agresif, dan efektif dalam menarik perhatian – dan uang 30 juta dolar dari kerja tahunan mereka dalam real estate, perusahaan makanan, ritel dan usaha penyewaan, sangat mungkin untuk membiayai semua pengeluaran aksi-aksi ini.</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">           </span></span></span><strong><span style="font-size:11pt;color:gray;font-family:Verdana;">Pelopor</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> Human Services adalah korporasi pengembangan komunitas yang berbasis di Seattle yang membantu dengan skala besar penduduk beresiko, termasuk di dalamnya – pengangguran, orang-orang tak bertempat tinggal, bekas napi, alkoholik dan pencandu obat-obat terlarang. Organisasi ini melayani 6.500 orang pertahun dan menghasilkan hampir 55 juta dolar melalui jaringan kerja mereka yang ambisisus bagi usaha non-profit ini: Cafe, fasilitas dapur sentral untuk pelanggan intitusional, industri lembaran metal dan pesawat luar angkasa, perusahaan konstruksi, gudang makanan, grup manajemen real estat dan layanan konsultasi. Sebagian besar pekerjaan dalam bisnis ini didedikasikan untuk menangani klien beresiko tadi dan mengembalikan mereka ketengah masyarakat.</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">           </span></span></span><strong><span style="font-size:11pt;color:gray;font-family:Verdana;">Rocky Mountain</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> Institute, adalah institut terdepan yang mempromotori teknologi energi alternatif di Snowmass Colorado, menciptakan E-Source di tahun 1986 untuk penyediaan analisis yang mendalam bagi pelayanan, pasar, dan teknologi yang berhubungan dengan efisiensi energi dan perpanjangan produksi energi. Di tahun 1992 RMI mengokohkan program yang berhubungan dengan penanaman modal dari MacArthur Foundation untuk memindahkan pekerjaannya ke cabang usaha berbasis profit. Di tahun 1998 usaha ini telah menghasilkan sekitar 400.000 dolar untuk induk non-profit mereka, tetapi RMI memutuskan ini akan berjalan lebih baik dibawah manajemen baru, lalu usaha ini dijual ke Pearson plc seharga 8 juta dolar. Saat ini RMI membantu dan mendapat manfaat dari usaha profit lain seperti Hypercar Inc. yang menciptakan arsitektur body yang ringan untuk meningkatkan efisiensi semua kendaraan di Amerika.</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">           </span></span></span><strong><span style="font-size:11pt;color:gray;font-family:Verdana;">Judy Wicks’</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> White Dog Cafe di Philadelphia sesungguhnya pusat pengorganisasian komunitas daripada sebuah restoran. Pembicara-pembicara radikal dari seluruh negeri secara terus-menerus memberikan kuliah publik. Sebuah toko yang berdekatan dengannya menjual produk-produk perdagangan yang fair <em>(fair trade)</em> dan segera akan meluncurkan sebuah merek pakaian buatan lokal. White Dog sendiri memasukkan prinsip-prinsip keadilan sosial dan pekerjaan yang berhubungan dengan lingkungan serta membayar semua pekerjanya dengan upah yang cukup, menggunakan bahan-bahan yang tumbuh di daerah lokal,<span>  </span>dan bekerja dengan listrik bertenaga angin. Dua puluh persen dari keuntungan restoran disalurkan White Dog Cafe Foundation, yang membawa misi-misi Cafe melalui aktifitas non-profit.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">CONTOH-CONTOH</font></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> tadi menambah banyak model-model yang memungkinkan. Cabang usaha ber-profit dapat menghasilkan uang untuk induk kegiatan non-profit. Atau usaha yang berprofit dapat juga berguna dengan memproduksi dan menjual barang-barang dan layanan yang memang dibutuhkan secara sosial.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"></span></strong></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">SEMENTARA</font></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> kita menolak argumen libertarian yang menyatakan setiap permasalahan manusia mempunyai solusi ekonomi, banyak issu-issu perubahan sosial yang secara jelas mempunyai dimensi ekonomi yang mengena terhadap perencanaan bisnis yang kreatif. Membenci kekuatan nuklir? Luncurkan perusahaan layanan energi untuk penyebaran tindakan-tindakan konservasi, atau bangun lahan angin lokal untuk penyediaan kebutuhan listrik di masa depan. Prihatin dengan orang-orang miskin? Minoritas dan kesetaraan perempuan? Ciptakan bank-bank komunitas, koperasi atau usaha pendanaan mikro. Bermasalah dengan harga obat-obatan yang tak terjangkau bagi banyak orang? Mulailah seperti perusahaan-perusahaan di negara-negara berkembang yang memproduksi massal versi generik obat-obatan amerika yang berharga mahal.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">CEPAT</font></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> atau lambat konsep organisasi perubahan sosial dan bisnis yang bertanggung jawab sosial akan tidak dapat dibedakan. Bisnis yang betul-betul bertanggung jawab akan dimiliki oleh semua anggota dari komunitas (kaya dan miskin), mengembangkan keahlian lokal, nyaman dengan pekerja lokal beserta standar lingkungannya, memproduksi barang-barang dan layanan yang bertemuan dengan kebutuhan penting masyarakat setempat dan bersekutu dengan gerakan keadilan sosial. Apa cara yang lebih baik dari pada membantu masyarakat miskin untuk mengubah mereka menjadi kapten, pekerja kolektif, pemegang saham dan pelanggan dari bisnis komunitas yang bersahabat?</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">JIKA</font></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> saja foundation dan pendonor tidak pernah eksis, dan pengemis profesional berada diluar perlindungan hukum, grup perubahan sosial akan memiliki kekuatan untuk menciptakan dan menjalankan kegiatan usaha atau jaringan baru bisnis lokal, dan gerakan kita akan sangat sehat dibandingkan hari ini. Progresivitas telah menjadi anak klasik yang tinggal di rumah mengharapkan pemberian uang dari kantong orang tua untuk beberapa tugas dasarnya, sambil bersetuju terhadap kondisi perubahan yang bodoh, dan mematuhi peraturan orang lain atas perubahan sosial. Inilah saatnya untuk menjadi dewasa, dan memukul dengan kekuatan sendiri.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3"> </font></span></strong></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3"> </font></span></strong></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">INI</font></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> menjadi tantangan untuk para aktivis: cobalah berhenti dari kebiasaan menerima derma, pikirkan satu saja agenda yang kira-kira dapat dibingkai menjadi generator pendapatan, bermimpilah sedikit, kembangkan rancangan bisnis dan berikan kesempatan. Lewati kelas pengumpulan dana berikutnya dan ikuti satu dari ribuan program kewirausahaan yang ada atau sewa seseorang yang kuat untuk memulai cabang wirausaha untuk lembaga non-profit anda.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3"> </font></span></strong></span></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"></span></strong></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><strong><span style="color:#99cc00;font-family:Verdana;"><font size="3">GANDHI</font></span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> mengerti bahwa kunci untuk membebaskan india adalah mentransformasikan warganegaranya menjadi agen produktif secara ekonomi, dengan memintal pakaian sendiri dan mengambil sendiri garam yang mereka konsumsi dari laut. Martin Luther King Jr. meminta orang-orang afrika amerika untuk membentuk serikat kredit dan usaha pengembangan komunitas. Rahasia untuk menjadi radikal sebagaimana yang kita inginkan – dan radikal sebagaimana yang kita perlukan, adalah dengan membiayai revolusi itu dengan diri sendiri.</span></span></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agenkultur.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agenkultur.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agenkultur.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agenkultur.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agenkultur.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agenkultur.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agenkultur.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agenkultur.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agenkultur.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agenkultur.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agenkultur.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agenkultur.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agenkultur.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agenkultur.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agenkultur.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agenkultur.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agenkultur.wordpress.com&amp;blog=416589&amp;post=12&amp;subd=agenkultur&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agenkultur.wordpress.com/2006/10/13/rahasia-menjadi-radikal-seperti-apa-yang-kita-inginkan-adalah-membiayai-revolusi-itu-dengan-diri-sendiri-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a7051ad8e07f97f54fbda83e36a252e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agenkultur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i16.photobucket.com/albums/b44/gerbanglangit/image_radikal.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
